Langsung ke konten utama

Pembelajaran digital, Pembelajaran tatap muka dan perubahan iklim









Pada era sekarang yang menjadi ancaman bagi lingkungan adalah keselamatan iklim yang disebabkan oleh metode pembelajaran yang dilakukan secara digital atau yang dilakukan dengan sistem pembelajaran tatap muka. Faktanya kedua metode pembelajaran tersebut menghasilkan jejak karbo yang mengancam keselamatan lingkungan. 

Tidak sedikit para pendidik maupun praktisi jarang mengamati dampak tersebut. Mereka lebih fokus pada keefektivitasnya. Padahal sungguh beruntung besar bagi lingkungan dan diri mereka apabila mereka turut mempertimbangkan dampak yang terjadi dari kedua metode pembelajaran tersebut karena begitu relevan dengan pendidikan tatap muka dan pembelajaran digital, serta bisa berkontribusi pada dampak iklim secara keseluruhan. 

Pembelajaran tatap muka memanglah dinilai efektif dalam penyerapan materi 

belajar untuk dilakukan oleh peserta didik dan mahasiswa karena dinilai mudah untuk daya menangkap dan menguasai materi baru, juga memberi kesempatan untuk berjejaring dan terlibat dalam pembelajaran industri dan membantu dalam mempelajari keterampilan praktis atau prosedural serta perilaku profesional. Akan tetapi dalam mewujudkan metode pembelajaran tatap muka ini memerlukan perjalanan. Perjalanan sendiri melibatkan berkendara dengan menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum, kadang kala juga menggunakan transportasi udara untuk perjalanam seperti pesawat untuk mendatangi acara-acara konferensi internasional. Hal ini tentunya menghasilnya 1.000 kali lebih banyak karbon atau CO2 daripada konferensi secara virtual, dengan lebih dari 90% emisi. Ini begitu mengancam untuk keselamatan iklim lingkungan. 

Untuk pembelajaran yang diselenggarakan secara digital pula juga memungkinkan terjadinya pembelajaran yang bermanfaat. Hal ini diwujudkan oleh berbagai perkembangan salah satunya kemajuan di bidang teknologi. Ini juga lebih mudah dilakukan daripada harus berpergian melakukan perjalanan. Karena dalam metode pembelajaran ini menghasilkan karbon yang lebih sedikit daripada pembelajaran yang dilakukan secara tatap muka. Jejak karbon yang dihasilkan sendiri meliputi melibatkan listrik, perangkat keras, dan perangkat lunak. Terdapat juga beberapa perangkat yang mengonsumsi lebih banyak listrik daripada perangkat yang lainnya, seperti salah satunya Komputer Desktop.


Walaupun presentase para pendidik yang mempertimbangkan jejak iklim dari beberapa kegiatan mereka sedikit sekali, kemudahan dalam menyediakan pendidik yang baik semakin meningkat. Seperti menekankan dan memberikan pendidikan yang idealnya berkualitas tinggi dengan biaya yang serendah mungkin. Cuaca yang semakin ekstrim, kualitas udara yang semakin hari semakin memburuk, dan ancaman terhadap ketahanan pangan ialah permasalahan yang mengancam untuk kesehatan iklim. Tetapi ada beberapa upaya untuk mengurangi akibat dampak dari dua metode pembelajaran yang menghasilkan banyak karbo dan menjadi ancaman bagi keselamatan iklim. 

Dalam meminimalisasikan perjalanan dalam mewujudkan pembelajaran secara tatap muka, maka bisa menggunakan transportasi umum karena ini dianggap bisa mengurangi karbo yang dihasilkan oleh mesin kendaraan. Langkah berikutnya ialah menghindari plastik sekali pakai dan mulai menyediakan makanan yang ramah lingkungan dan menyewa penginapan atau akomodasi yang dekat dengan lokasi konferensi. Untuk pembelajaran secara digital sendiri kita bisa menerapkan penggunaan perangkat yang paling ramah lingkungan. Seperti perangkat yang memenuhi standar efisensi energi dan menggunakan lebih sedikit daya dan bisa di daur ulang. Selain itu cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi jejak karbon ialah mengurangi komputasi pembelajaran mesin, menggunakan sumber energi terbarukan atau memikirkan siklus hidup program pembelajaran mesin. 

Salah satu contoh yang pasti bisa dilakukan juga untuk mengoptimalkan pembelajaran dengan menggunakan metode keduanya ialah kuliah dapat digantikan dengan kuliah langsung secara daring. Hal ini diharapkan dapat mewujudkan pendidikan ideal yang berkualitas tinggi serta mengenakan biaya yang serendah mungkin agar keefektivitasan yang sesungguhnya bisa direalisasikan.

Ditulis oleh : David Liam Davies, Abdul Azeez Lawas, Angela E. Orji, Chloe Tytherleigh, Kieren Walsh

Dirangkum oleh : Icha Rahmawati prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan tahun 2024

Komentar